Berita Hoax Yang Semakin Marak meski Diberlakukannya Blokir

Tindakan  tegas dari Pemerintah atas permasalahan masyarakat Indonesia mengenai penyebaran Informasi yang tak jelas isinya sudah diperkuat. Kemarin saja kemkominfo meblokir 700,000 situs dan 90% nya adalah situs porno sementara 10% nya adalah situs berita hoax. Seperti kita ketahui sekarang ini "Indonesia Darurat Berita Hoax", setiap harinya ada sekitar 100 berita hoax diposting di situs abal - abal. Pemerintah sendiri tidak tinggal diam, selain melakukan blokir pemerintah juga melakukan revisi UU ITE. UU ITE terbaru tersebut telah disahkan pada tanggal 27 Oktober 2016. Dan mulai berlaku pada 28 November 2016 ini. Isi UU ITE tersebut menjelaskan tentang larangan masyarakat untuk membuat informasi atau berita yang bersifat fitnah, tuduhan tak jelas, dan mengenai SARA yang menyebabkan kebencian kalangan luas.


Menurut Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum mengungkapkan bahwa UU ITE ini bukan hanya menjerat si pembuat konten, tetapi juga mengenai orang-orang yang mendidistribusikan dan menyebebarkan konten tersebut.

“Yang bisa dijerat bukan hanya yang membuat, tapi justru juga yang mendistribusikan dan mentransmisikannya. Jangan mudah menyebar informasi yang bisa menimbulkan kebencian terhadap kelompok tertentu,” jelas Henry Subiakto (26/11/2016).

Bahkan bukan hanya konten pada situs elektronik, Pemerintah pun juga dapat memutuskan akses akun media sosial seseorang yang menyebarkan berita negatif tersebut.

Pihak Kementrian Komunikasi dan Informasi RI berharap agar masyarakat kini dapat menjadi lebih dewasa untuk memilah dan memilih berita mana yang dapat bermanfaat untuk dibagi saat sedang berselancar di dunia internet nanti.

Tetapi namanya  di Internet mereka tidak akan hilang atau tenggelam begitu saja meski telah diblokir.

Mereka bisa dengan mudah berganti domain atau membuat situs berita hoax baru untuk memperlancar pekerjaan mereka.

Selain berita hoax, ada juga yang namanya Buzzer dilansir dari Cyberherp.us buzzer bukanlah  alarm atau bel, tapi pengguna Twitter dengan pengikut berjumlah 2.000 atau lebih yang dibayar untuk melakukan tweet.

Jika anda punya waktu luang silakan cek di twitter akun - akun yang bahkan belum memiliki followers banyak nimbrung di Tranding topic atau membuat post yang " GJ" atau ga jelas.

Biasanya orang yang mempunyai dana besar akan menyewa buzzer untuk kepentingan tertentu misalnya saja menggiring opini publik.

Buzzer ini sejenis bot atau pasukan robot yang sering sekali meramaikan # (hastag) nyeleneh, Jika bukan tokoh terkenal yang kontroversial maka tidak lain tidak bukan itu adalah akun buzzer.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

ADA BEBERAPA ATURAN DALAM MEMBERI KOMENTAR :

1. Bacalah Komentar sebelumnya, agar tidak mengulangi pertanyaan yang sama
2. Berkomentarlah sesuai dengan topik (relevan)
3. Dilarang SPAM
4. Berikan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang menyertakan link aktif

Atas kerjasama nya saya ucapkan terima kasih.

~Admin~
EmoticonEmoticon